Analisis pengendalian persediaan bahan baku dengan metode EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY) di BFC taman cimanggu

Anisa Agustina
2411706586
2022
Analisis pengendalian persediaan bahan baku dengan metode EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY) di BFC taman cimanggu
Depok-GICI Business School-2022
Skripsi

B’ Fried Chicken Taman Cimanggu merupakan sebuah UMKM waralaba dengan produk utamanya ialah ayam tepung dimana dalam pembuatannya terdiri dari tiga bahan baku utama yaitu ayam, tepung juga minyak. Dalam memproduksi ayam tepung di B’ Fried Chicken Taman Cimanggu pelaku usaha dituntut untuk selalu mencukupi permintaan pelanggan dan menjaga kualitas produk, hal yang harus dilakukan untuk memenuhi itu semua pelaku usaha harus memperhatikan persediaan bahan baku produksi. Namun nyatanya dalam proses produksi masih ada kendala mengenai persediaan bahan baku yang masih sering mengalami stock out hal tersebut dikarenakan frkuensi pemesanan yang belum maksimal, juga biaya penyimpanan yang cukup tinggi sehingga berdampak juga pada biaya total persediaan yang ada. Selain itu, untuk mencegah kekrurangan atau kelebihan stok pada 1 tahun kedepan maka perlu adanya perhitungan jumlah persediaan bahan baku optimal di B’ Fried Chicken Taman Cimanggu dan peramalan jumlah penjualan 1 tahun yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian persediaan yang telah berjalan di B’ Fried Chicken Taman Cimanggu, untuk mengetahui total persediaan bahan baku utama berdasarkan metode economic order quantity (EOQ) di B’ Fried Chicken Taman Cimanggu, juga untuk peramalan penjualan produk ayam tepung pada tahun 2022 serta untuk mengetahui total persediaan bahan baku menurut metode economic order quantity (EOQ). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ii terdiri dari data primer dan sekunder yang bersifat kuantitatif yang berhubungan dengan persediaan bahan baku ayam tepung. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemesanan bahan baku yang optimal menurut kebijakan yang telah berlaku ialah ayam 57kg, tepung 23kg, minyak 15kg. Perbandingan pemesanan optimal menurut EOQ ayam 52kg, tepung 59kg, minyak 37kg. Frekuensi pemesanan menurut kebijakan yang telah berlaku ialah ayam 41 kali, tepung 42 kali, minyak 40 kali. Perbandingan menurut EOQ frekuensi pemesanan ayam 43 kali, tepung 15 kali, minyak 15 kali. Titik pemesanan kembali ROP menurut EOQ ialah ayam sebanyak 16kg, tepung 6kg, minyak 4kg. Dengan menggunakan metode EOQ pelaku usaha dapat menghemat total biaya persediaan untuk ayam potong sebesar Rp. 102.023, untuk tepung Rp. 49.000, untuk minyak Rp. 45.604. untuk peramalan penjualan tahun 2022 menurut metode OLS ialah sebanyak 2.703 kg. Berdasarkan perhitungan pengolahan metode yang digunakan peneliti, bisa dilihat Dengan digunakannya metode EOQ (Economic Order Quantity) dalam kebijakan pengadaaan bahan makanan maka akan mendapatkan kuantitas pemesanan bahan makanan yang optimal dengan biaya yang minimum.

Kata kunci: Kata kunci: Perencanaan, pengendalian persediaan, jumlah pesanan optimal (EOQ), total biaya persediaan (TIC), persediaan pengaman, titik pemesanan kembali (ROP), forecasting, peramalan.

S1 Manajemen
540